- Depan
- Tampilkan Konten
Lamma Dana
Lamma Dana
لَمَّـا دَنَـا وَقْـتُ البُـرُزِ لأَحْمَـدٍ**عَنْ إِذْنِ مَنْ مَـا شَـاءِهُ قَـدْ كَانَـا
Ketika telah dekat waktu kelahiran Ahmad (ﷺ) dari Izin Nya, yang apabila menghendaki sesuatu tidaklah akan terhalang
حَمَلَتْ بِهِ الأُمُّ الأَمِينَـةً بِنْـتُ وَهْــبٍ** مَنْ لَهَا أَعْلَـى الإلـهُ مَكَانَـا
Ia (ﷺ) berada di dalam kandungan Sang Ibu Aminah binti Wahb, yang baginya telah Allah Muliakan Martabatnya (sebagai ibu bagi sebaik baik ciptaan)
مِنْ وَالِـدِ المُخْتَـارِ عَبْـدِ اللهِ بـنِ
عَبْـدٍ لمطَّـلِـبٍ رَأَى البُرْهَـانَـا
Dari ayah Sang Hamba yang Terpilih (ﷺ), yaitu Abdullah bin Abdul Muthalib yang melihat tanda-tanda (Isyarat Kenabian)
قَدْ كَانَ يَغْمُـرُ نُـورُ طـهَ وَجْهَـهُ **وَسَرَى إلى الابِن المَصُـونِ عَيَانَـا
Benar-benar nyata wajahnya (ayahnya) diterangi Cahaya Thaahaa (ﷺ) dan berpindah kepada Sang Anak yang Terjaga ini, (cahaya itu) terlihat dengan jelas
وَهُوَ ابْنُ هَاشِمٍ الكَرِيمِ الشَّهَـمِ بْـنِ** عَبْـدِ مَنَـافِ بْـن قُصَـيٍّ كَانَـا
Dan dia adalah keturunan Hasyim yang Mulia dan Perkasa , putra Abdi Manaaf, Keturunan Qushay yang dahulu
وَالِـدُهُ يُدْعَـى حَكِيـمـاً شَـأَنُـهُ**قَـدِ اعْتَلَـى أَعْـزِزْ بِذَلِِـكَ شَانَـا
Ayahnya digelari Hakiim (orang yang adil) dan kepribadiannya telah termasyur, maka berbanggalah dengan kepribadian itu
واحْفَظْ أُصُولَ المُصْطَفَى حَتَى** تَرَى فِـي سِلْسِـلاَتِ أُصُولِـهِ عَدْنَانَـا
Dan jagalah silsilah keturunan Nabi yang Terpilih hingga kau temukan silisilahnya pada (datuknya) Adnan
فَهُنَاكَ قِفْ واعْلَمْ بِرَفْعِهِ إِلـى اسْــ**ـمَاعِيـلَ كَـانَ لـلأَبِ مِعْـوَانَـا
Apabila telah sampai kepada Adnan maka berhentilah, (bahwa setelah Adnan, banyak riwayat yang berbeda) dan ketahuilah bahwa nasabnya bersambung hingga Ismail As (putra Ibrahim As) yang telah menjadi pendukung Ayahnya (Ibrahim As),
وَحِيْنَمَـاَ حَمَـلَـتْ بِــهِ آمِـنَـةٌ **لَـمْ تَشْـكُ شَيْئـاً يأْخُـذُ النِّسْوَانَـا
Dan ketika Aminah (ra) mengandungnya (ﷺ) tidaklah Ia (Ibundanya ra) merasa sakit sebagaimana keluhan wanita hamil,
وَبِهَا أَحَاطَ اللُّطْفُ مِـنْ رَبِّ **السَّمـاأَقَصَـى الأَذَى والهَـمَّ والأَحْزَانَـا
Baginya (Aminah ra) selubung Kelembutan dari Allah Pemelihara Langit, hilanglah segala gangguan, kegelisahan dan kesedihan
وَرَأَتْ كَمَا قَدْ جَاءَ مَا عَلِمَـتْ بِـهِ**أَنَّ المُهَيْمِـنَ شَــرَّفَ الأَكْـوَانَـا
Dan ia (Aminah ra) menyaksikan sebagaimana yang telah diketahuinya, bahwa Yang Maha Pemelihara telah memuliakan Alam Semesta,
بِالطُّهْرِ مَنْ فِي بَطْنِهَـا فَاسْتَبْشَـرَتْ** ودَنَا المَخَاضُ فَأُتْرِعَتْ (1) رِضْوَانَا
Dengan kesucian bayi di dalam kandungannya, maka iapun bergembira ketika telah dekat saat saat kelahiran, maka berluapanlah limpahan keridhoan Nya
وتَجَلَّتِ الأنْـوارُ مِـنْ كٌـلِّ الجِهـاتِ **فَوَقْـتُ مِيـلادِ المشَفَّـعِ حَانَـا
Maka Muncullah Cahaya Cahaya dari segala penjuru dan Detik Kelahiranpun tiba
وَقُبَيْلَ فَجْرٍ أَبْرَزَتْ شَمْـسَ الهُـدَى **ظَهَرَ الحَبيـبُ مُكَرَّمَـاً وَمُصَانَـا
Beberapa saat sebelum terbitnya fajar Muncullah Matahari Hidayah, Lahirlah Sang Kekasih yang Termuliakan dan Terjaga
✨✨✨✨✨✨✨✨✨
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلاَ إلهَ إِلاَ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ ×٤
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِـاللهِ الْعَلِيِّ الْعَطِيمِ فِـي كُــلِّ لَـحْظَةٍ أَبَدًا
عَدَدَ خَلْـقِهِ وَرِضَا نَـفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْ شِهِ وَ مِدَادَ كَـلِمَاتِهِ.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨



- Komentar (0)
Maaf Tidak Ada...Beri Komentar