Jangan Ragu Untuk Bersedekah

Jangan Ragu Untuk Bersedekah

Jangan Ragu untuk Bersedekah

 

Oleh : Muhammad Azlan Lubis (Mahasiswa Univ. Al-Ahgaff Tingkat 3)

Manusia sebenarnya sangat mencintai harta yang dimilikinya. Oleh sebab itulah banyak terjadi perkelahian, putus silaturahmi, bahkan pembunuhan yang disebabkan oleh harta. Hal ini telah disebutkan oleh Allah Swt. di dalam Al-Qur'an: 

وَإِنَّهُۥ لحُبِّ ٱلۡخَیۡرِ لَشَدِیدٌ

(سورة العاديات: ٨)

"..dan sesungguhnya dia (manusia) sangat bakhil (pelit) karena cintanya kepada harta."

(QS. Al-'Adiyat : 8)

وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّا جَمًّا

(الفجر : ٢٠)

"..dan kamu (manusia) mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan."

(QS. Al-Fajr : 20)

Wajar saja, jika kita sangat sulit untuk menyedekahkan harta yang kita miliki. Sehingga, Allah pun menjanjikan surga untuk siapa saja yang menyedekahkan hartanya. Allah Swt. berfirman :

لَن تَنَالُوا۟ ٱلۡبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَیۡءࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِیمࣱ

(سورة آل عمران : ٩٢) 

"Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."

(QS. Ali-Imron : 92)

Apa reaksi para sahabat nabi setelah mendengar ayat ini?

1. Abu Thalhah, pada saat mendengar ayat tersebut beliau langsung mewakafkan kebun “Bairuha”. Sebuah kebun kurma miliknya yang paling dia sukai. 

Nabi pun sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Abu Thalhah. Sehingga beliau bersabda “Bagus sekali! Itu adalah investasi yang sangat menguntungkan.”

2. Umar bin Al-Khattab langsung memerdekakan seorang budak miliknya yang paling dia cintai. 

3. Zaid bin Haritsah langsung menyedekahkan kuda yang sangat dia cintai. 

4. Abdullah bin Umar langsung menyedekahkan manisan (seperti gula) yang sangat banyak, karena beliau sangat menyukainya.

Lalu bagaimanakah dengan kita yang telah membaca dan mendengar ayat serta kisah para sahabat di atas? Apakah kita hanya diam saja dan menumpuk-numpuk harta yang akan kita tinggalkan ketika telah meninggal?

Pahala bersedekah itu sangatlah besar. Sebagaimana yang dikatakan Imam As-Suyuthi : 

"Sesungguhnya pahala orang yang bersedekah itu ada lima kategori (bagian)" di antaranya : 

1. Satu dibalas sepuluh (1:10). Yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani (badan). 

2. Satu dibalas sembilan puluh (1:90). Yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim piatu. 

3. Satu dibalas sembilan ratus (1:900). Yaitu bersedekah kepada saudara kita yang sangat membutuhkan. 

4. Satu dibalas seratus ribu (1:100.000). Yaitu sedekah kepada kedua ibu bapak. 

5. Satu dibalas sembilan ratus ribu (1:900.000). Yaitu bersedekah kepada orang yang alim atau ahli fiqh. 

Bayangkan, jika kita bersedekah kepada guru sebesar Rp.1.000-an saja, maka balasannya adalah 900.000.000. Bisa jadi balasannya langsung di dunia ini atau nanti di hari kiamat. Apalagi jika guru kita itu adalah orang yang alim sekaligus keturunan Nabi Muhammad saw., tentu pahala dobel (berlipat ganda) yang akan kita dapatkan.

Salah satu yang menyebabkan kita takut untuk bersedekah adalah karena kita diganggu oleh setan agar kita takut menjadi orang yang miskin. Hal ini telah disebutkan oleh Allah Swt. di dalam Al-Qur'an : 

ٱلشَّیۡطَـٰنُ یَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَیَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَاۤءِۖ وَٱللَّهُ یَعِدُكُم مَّغۡفِرَةࣰ مِّنۡهُ وَفَضۡلࣰاۗ وَٱللَّهُ وَ ٰ⁠سِعٌ عَلِیمࣱ

(سورة البقرة : ٢٦٨)

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui."

(QS. Al-Baqarah : 268)

Allah Swt. telah berjanji di dalam Al-Qur'an :

وَمَاۤ أَنفَقۡتُم مِّن شَیۡءࣲ فَهُوَ یُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَیۡرُ ٱلرَّ ٰ⁠زِقِینَ

(سورة سبأ : ٣٩) 

"..dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya."

(QS. As-Saba' : 39)

Begitu juga apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw, di dalam sabdanya yang berbunyi :

ما نقص مال من صدقة بل يزداد بل يزداد بل يزداد 

"Tidaklah berkurang sedikitpun daripada harta yang telah disedekahkan, melainkan harta tersebut akan bertambah, bertambah dan terus bertambah."

إذا تصدق الرجل بصدقة تقول بلسان حالها ثلاث كلمات 

١. قد كنت قليلة فصرت كثيرة

٢. قد كنت فانية فصرت باقية

٣. قد كنت تحفظني فصرت اخفظك 

Apabila seseorang bersedekah, maka harta yang telah dia sedekahkan itu berkata :

1. Dahulu aku sedikit, tetapi sekarang aku menjadi banyak karena kamu menyedekahkanku

2. Dahulu aku binasa, tetapi aku akan menjadi kekal nanti di hari kiamat 

3. Dahulu kamu yang menjagaku, tetapi sekarang akulah yang akan menjagamu.

Marilah kita sama-sama melakukan ibadahnya orang cerdas di antaranya :

1. Ilmu yang bermanfaat

2. Sedekah jariyah

3. Mendidik anak agar bisa mendo'akan kedua ibu bapaknya. 

Kenapa dinamakan ibadah orang yang cerdas? Kerena salat, puasa dan haji yang telah kita kerjakan, ketika kita telah meninggal maka pahalanya tidak bisa sampai kepada kita lagi, kecuali tiga hal yang telah disebutkan tadi. Walaupun kita telah meninggal, tetapi kita masih bisa mendapatkan pahala dari perbuatan ibadah tersebut. 

Referensi : 

- أيسر التفاسير لكلام العلي الكبير 

- تفسير الجلالين 

- البحر المديد 

- بغية المسترشدين

- مناقب الحبيب محمد بن طاهر 

- تنبيه المغترين

===============



  • Komentar (0)
Maaf Tidak Ada...

Beri Komentar

Silahkan Login Terlebih dahulu. Masuk