- Depan
- Tampilkan Konten
Makna Alloh Tidak Akan Bosan Hingga Kalian Bosan
Makna Alloh Tidak Akan Bosan Hingga Kalian Bosan
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ عَائِشَةَ، " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا امْرَأَةٌ، قَالَ: مَنْ هَذِهِ؟ قَالَتْ: فُلَانَةُ تَذْكُرُ مِنْ صَلَاتِهَا، قَالَ: مَهْ عَلَيْكُمْ بِمَا تُطِيقُونَ، فَوَاللَّهِ لَا يَمَلُّ اللَّهُ حَتَّى تَمَلُّوا، وَكَانَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا دَامَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ "
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsannaa : Telah menceritakan kepada kami Yahyaa, dari Hisyaam,ia berkata : Telah mengkhabarkan kepadaku ayahku, dari ‘Aaisyah : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemuinya yang waktu itu di sebelahnya ada seorang wanita. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapakah ini ?”. ‘Aaisyah berkata : “Fulaanah”. Lalu ia (‘Aaisyah) menyebutkan tentang shalatnya (yang banyak dan lama). Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ah, wajib bagimu beramal sesuai sesuai dengan kemampuanmu. Demi Allah, Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan. Agama yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dirutinkan oleh pelakunya”
Mari kita s8mak beberapa keterangan dari beberapa Ulama sbb:
- Ibnu ‘Abdil-Barr rahimahullah berkata :
قوله: إن الله لا يمل حتى تملوا، معناه عند أهل العلم إن الله لا يمل من الثواب والعطاء على العمل حتى تملوا أنتم، ولا يسأم من أفضاله عليكم، إلا بسآمتكم عن العمل له
“Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Sesungguhnya Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan’; maknanya menurut para ulama adalah bahwa Allah tidak akan bosan memberikan pahala dan balasan terhadap amal hingga kalian bosan (untuk beramal). Allah tidak akan jemu untuk mencurahkan kebaikan-Nya kepada kalian, kecuali dengan kebosanan kalian untuk beramal untuk-Nya” [At-Tamhiid, 1/194].
- Al-Haafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata :
قوله: (لا يمل الله حتى تملوا) هو بفتح الميم في الموضعين، والملال استثقال الشيء ونفور النفس عنه بعد محبته، وهو محال على الله تعالى باتفاق. قال الإسماعيلي رحمه الله وجماعة من السلف المحققين : إنما أطلق هذا على جهة المقابلة اللفظية مجازا كما قال تعالى: {وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا}
“Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan hingga kalian merasa bosan’; dengan difathah huruf mimnya di dalam dua tempat. Bosan adalah merasa berat atas sesuatu dan keengganan jiwa darinya setelah mencintainya. Sifat ini mustahil bagi Allah ta’ala dengan kesepakatan ulama. Telah berkata Al-Ismaa’iiliy rahimahullah dan sekelompok ulama salaf muhaqqiqiin : ‘Sifat bosan ini hanyalah dimutlakkan dalam segi perbandingan lafdhiyyah secara majaz, sebagaimana firman Allah ta’ala : ‘Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa’ (QS. Asy-Syuuraa : 40)” [Fathul-Baariy, 1/102].
Wallohu a'lam



- Komentar (0)
Maaf Tidak Ada...Beri Komentar